1. gutsanduppercuts:

    Indonesia is quickly becoming a hotbed of martial arts films, with “The Raid” and it’s sequel getting worldwide love and “The Night Comes For Us” in pre-production.
    And now here’s the teaser trailer for “The Golden Cane Warrior.” It doesn’t really give away a lot but it’s been a while since we’ve had a pole/staff centric fight film. What was the last one; “Eight Diagram Pole Fighter”?

    The cinematography looks bloody lovely, too. It’ll be nice to see more of a period style film come out of Indonesia.

    Yeah!

    Reblogged from: gutsanduppercuts
  2. Lapaaaaaarrrrr……
    quote nya siapa gitu dulu, kayanya lupa-lupa inget deh, hahah
  3. adakah kita pada siang
    merangsek pergelangan yang terkekang
    memupus marka pada lintasan

    adakah kita pada senja
    melafadz dzikir sahaja
    menutup lembar cahaya

    adakah kita pada malam
    lutut bersimpuh di kesunyian
    memukul angin yang terpendam*

    adakah kita pada pagi
    tertaut antar jemari
    empat mata saling mengisi

    (Rawamangun-Cipinang, 081013)

    *terpukul angin yang terpendam : meminjam kalimatnya Chairil pada DDC
  4. Zaman berganti. Tempat & sarana tak sama lagi. Orang datang & pergi. Tapi tugas dakwah ini tak pernah berubah. Istiqamahlah

    ust. Cholid Mahmud

    (via octaraisa)

    Reblogged from: octaraisa
  5. Satu orang yang ta’addud (poligami) secara Islam, ribuan orang naik pitam.
    ~ Entah pitam apa yang dinaiki oleh mereka ~
    Bukan cuma sekali. Berkali-kali terjadi.

    Sementara yang jelas-jelas maksiat dibiarkan. Dibolehkan. Pacaran dibiasakan, jika perlu diajarkan.
    Zina pun hendak dilegalkan.
    Nama-nama perbuatan dan barang maksiat dihaluskan.

    Sedang yang halal dibuat sulit. Dicitrakan hitam. Harus ini-itu dan lain-lain. Menyebabkan ini-itu, seramnya bukan main.

    Kalau tidak suka pada sesuatu yang dibolehkan, tidak masalah.
    Tapi jika sampai mengecam, maukah mengecam Rasul yang mulia, juga?

    Yang halal ditentang dengan frontal
    Yang haram dianggap membawa tentram

    Zaman edan. Ora edan ora keduman.

    Halah.

    Wong mati raiso obah. 
    Yen obah medeni bocah. 
    Yen urip….
    Ndang tobato leee…..

  6. Kita sedang dipijak,tapi tiada yang merasa sakit.

    anginbermonolog:

    Kita dipijak,diinjak. Kita merasa kita benar. Kitalah hasil sistem pendidikan yang sekular,lalu kita merasa moden,sehaluan dengan perubahan zaman. Padahal,kita masih di bawah,di pandangan mata mereka.

    Kita diajar untuk berangan-angan. Kita diajar untuk berfantasi. Kita diajar untuk tidur,di…

    Reblogged from: anginbermonolog
  7. mungkin sudah teramat banyak temali yang kita ikatkan
    hingga terurai agar kita bisa mengenang

    mungkin sudah terlalu panjang jalanan yang kita selusuri
    hingga lupa kemana arah kembali

    mungkin memang terlalu luas khayalan kita bentang
    hingga mati terjebak tempurung mimpi

    mungkin memang terlalu manis janji yang dilantunkan
    hingga lupa diri
    terjebak di palung fiksi

    mungkin sudah teramat banyak yang kita tinggal
    mengejar sia-sia yang tak bisa jadi bekal

    mungkin sudah menumpuk dosa-dosa
    ranting-ranting yang siap untuk disulut

    maka kumpulkan air dalam kantung-kantung untuk menyiraminya
    sirna panas
    musnah noda

    mohonlah
    mohon

    karena bagiNya, yang tak mungkin itu tiada

Next

RUANG-KATA-RUPA

Paper theme built by Thomas